Sunday, April 28, 2013

Pengertian Karangan Ilmiah dan Semiilmiah


Pengertian Karangan Ilmiah dan Semiilmiah
1. Karangan ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang  dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis, dan sintetis-analisis.
2. Karangan semiilmiah adalah tulisan yang berisi informasi faktual yang diungkapkan dengan bahasa semiformal, namun tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang    sintetis-analisis karena sering ”dibumbui” dengan opini pengarang yang kadang-kadang subjektif.
Ada 5 ciri karangan ilmiah, yaitu :
1.      Pembahasan secara faktual objektif
2.      Bersifat metodis dan sistematis
3.      Bahasa ilmiah harus baku dan formal
4.      Bersifat lugas dan ambigu
5.      Menggunakan istilah spesifik
Tata bentuk karangan mencangkup 3 bagian karangan, yaitu :
1.      Halaman-halaman awal (preliminaries)
Meliputi : judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, bagan, dan lampiran.
2.      Isi utama (main body)
Meliputi : pendahuluan, isi, penutup.
3.      Halaman-halaman akhir (reference matter)  
Meliputi : daftar pustaka, lampiran, dan biodata penulis.
Karangan dapat dibedakan atas 6 jenis, yaitu
1.      Deskripsi (menggambarkan)
Ialah karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Ciri-ciri karangan deskripsi :
A.     Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu.
B.  Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang  dideskripsikan.
C. Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia,dan hal yang dipersonifikasikan.
D.  Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis.
Dalam karangan deskripsi diperlukan suatu pendekatan. Pendekatan adalah cara penulis meneropong atau melihat sesuatu yang akan dituliskan. Pendekatan terbagi 2 macam, yaitu :
1.      Pendekatan Realistis
2.      Pendekatan Impresionistis
Contoh :
1.   Deskripsi berisi fakta
Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.
2.   Deskripsi berupa fiksi
Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.
2.   Narasi (Menceritakan)
      Ialah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang secara kronologi atau disusun  menurut  urutan  waktu.
Ciri-ciri karangan narasi :
A.     Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa.
B.     Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir.
C.     Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian.
D.     Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci.
Karangan narasi memiliki 2 macam sifat, yaitu :
1.   Narasi Ekspositoris (faktual)       
Adalah narasi yang hanya bertujuan untuk memberi informasi kepada pembaca agar pengetahuannya bertambah luas.
Contoh : 1. Kisah perjalanan
                     2. Otobiografi
                     3. Peristiwa Pembunuhan
2.   Narasi Sugestif (berplot)
Adalah narasi yang mampu menimbulkan daya khayal pembaca, dan mampu menyampaikan makna kepada pembaca melalui daya khayal.
Contoh : 1. Novel
               2. Cerpen
3.   Karangan Eksposisi
Adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
Ciri-ciri karangan eksposisi :
A.     Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya.
B.     Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual).
C.     Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak.
D.     Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
E.      Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu.
Contoh : Karangan eksposisi berupa tips                     
Cara mencangkok tanaman

1.   Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2.   Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3.   Kulit ranting yang akan dicangkok dikeratdan dikelupas sampai bersih kira-kira
      sepanjang 10 cm.               
4.   Karangan Argumentasi
      Adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca    terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
 Ciri-ciri karangan argumentasi :
A.     Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.
B.     Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar.
C.     Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
D.  Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.
E.      Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.
Contoh : Pendapat tentang sepak bola
      Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan dan kiritepat arahnya dan keras. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olahmenurut kehendaknya. Larinya cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah.
5.   Karangan Persuasi
Adalah karangan yang tujuannya untuk membuat pembaca percaya, yakin, terbujuk, dan mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.
Ciri-ciri karangan persuasi :
A.     Bertujuan memengaruhi pembaca untuk melakukan tindakan sesuai yang diharapkan penulisnya.
B.  Teks yang mengandung persuasi biasanya menggunakan segala upaya yang memungkinkan pembaca terpengaruh.
C.     Kadang-kadang menggunakan alasan yang tidak rasional.
D.     Paragraf persuasi biasanya terdapat dalam iklan atau dalam tips-tips tertentu.
E.      Dalam iklan, karangan persuasi ini disebut juga persuasif-provokatif.
Karangan persuasi digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :
1.      Persuasi Politik
Digunakan untuk keperluan politik dan negaranya.
2.      Persuasi Pendidikan
Digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan.
3.   Persuasi Advertensi (iklan)
Digunakan untuk memperkenalkan suatu produk barang atau berbentuk jasa tertentu.
4.   Persuasi Propaganda
      Objek yang disampaikan adalah informasi. Biasa digunakan untuk kampanye agar pendengar menuruti isi ajakan kampankye tersebut.
Contoh :
Topik : Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat mencegah tawuran antarpelajar.
Tujuan : Dapat memengaruhi para pelajar agar lebih banyak menggunakan waktu luang di luar jam pelajaran untuk mengikuti ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah.
Sasaran : Para pelajar dan sekolah.
Alasan, bukti, dan pendukung lainnya.
1.   Sekarang ini banyak sekali terjadi tawuran antarpelajar.
2.   Penyebab tawuran itu di antaranya adalah waktu luang yang dimiliki para pelajar selesai jam sekolah.
3.  Untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, sehingga para pelajar tidak cenderung melakukan hal-hal yang destruktif.
4.   Sekolah hendaknya menyediakan berbagai ekstrakurikuler sebanyak
mungkin untuk kegiatan pelajar selesai jam sekolah.